Pages

Subscribe:

Kamis, 31 Mei 2012

Hubungan Kerja Sama antara Sekolah dengan Masyarakat

Hubungan Kerja Sama
antara Sekolah dengan Masyarakat


Hubungan sekolah dengan masyarakat merupakan jalinan interaksi yang diupayakan oleh sekolah agar dapat diterima di tengah-tengah masyarakat untuk mendapatkan aspirasi, simpati dari masyarakat, serta mengupayakan terjadinya kerjasama yang baik antar sekolah dengan masyarakat untuk kebaikan bersama, atau secara khusus bagi sekolah penjalinan hubungan tersebut adalah untuk mensukseskan program-program sekolah yang bersangkutan sehingga sekolah tersebut bisa tetap eksis.

Bentuk-bentuk hubungan kerja sama sekolah dengan masyarakat antara lain :
1.    Mengikutsertakan guru dan siswa dalam kegiatan masyarakat
Partisipasi warga sekolah, termasuk guru dan siswa dalam kegiatan masyarakat sekitarnya, misalnya dalam kegiatan kerja bakti, perayaan-perayaan hari besar nasional atau keagamaan, sanitasi, dan sebagainya. Selain itu keikutsertaan guru dan siswa dalam kegiatan masyarakat bisa ditunjukkan dengan adanya program baksos (bakti sosial) untuk masyarakat yang kurang mampu ataupun yang terkena musibah/ bencana, kegiatan bazar sekolah dengan memamerkan hasil karya siswa, termasuk pementasan karya tulis, karya seni dan karya keterampilan pada saat HUT RI, kunjungan guru ke rumah tokoh masyarakat.
Hal ini akan menambah kesan masyarakat sekitar akan kepedulian sekolah terhadap lingkungan sekitar sebagai anggota masyarakat yang senantiasa sadar lingkungan demi baktinya terhadap pembangunan masyarakat. Bagi sekolah sendiri, kegiatan tersebut dapat melatih para siswanya untuk lebih mudah dalam bersosialisasi dengan masyarakat dan untuk meningkatkan kepeduliannya terhadap sesama.


2.    Menyediakan fasilitas sekolah untuk keperluan masyarakat
Sekolah dapat menyediakan fasilitasnya untuk kepentingan masyarakat sekitar sepanjang tidak mengganggu kelancaran kegiatan pembelajaran.
Fasilitas tersebut, misalnya:
a.    Lapangan olah raga yang digunakan sebagai sarana olahraga anggota masyarakat di luar jam pelajaran sekolah.
b.    Halaman sekolah untuk acara sholat idul fitri / idul adha untuk agama islam
c.    LCD sekolah untuk acara perayaan HUT RI.

3.    Mengikutsertakan pemuka atau tenaga ahli di masyarakat ke dalam kegiatan kurikuler atau ekstra kurikuler
Dalam menjalankan kegiatan yang direncanakan, sekolah tidak lepas dari dukungan masyarakat. Masyarakat sangat berperan aktif dan mempengaruhi sekolah yang ada di dalamnya. Misalkan dalam kegiatan-kegiatan tersebut:
a.    Ekstrakurikuler di bidang tarik suara, pihak sekolah bekerja sama dengan penyanyi untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.
b.    Pada saat perayaan hari besar, pihak sekolah mendatangkan tokoh agama dalam masyarakat sebagai pengisi ceramah.
c.    Pada saat acara perpisahan, mendatangkan masyarakat yang berpotensi di bidang seni untuk menberikan sambutan.
d.    Sekolah mengundang organisasi atau perseorangan yang bersimpati terhadap pendidikan untuk mengadakan rapat bersama guna membahas pendidikan lingkungan dan masalah kenakalan.
e.    Sekolah mengadakan kegiatan surat-menyurat antara seorang anak yang nakal untuk dimintakan saran pembinaannya kepada seorang ahli jiwa atau ahli pendidik yang ada dalam masyarakat
f.    Sekolah mengadakan konsultasi mengenai siswanya terhadap seorang ahli yang ada dalam masyarakat, misalnya seorang siswa yang mengalami gangguan pendengaran, guru dapat berkonsultasi dengan dokter ahli THT.
Dengan acara-acara tersebut yang melibatkan anggota masyarakat dalam kegiatan sekolah, menambah kepedulian dan sikap terbuka masyarakat kepada sekolah, serta masyarakat akan merasa dihargai dan ikut berperan di dalam kegiatan-kegiatan di sekolah.

4.    Mendayagunakan sarana yang tersedia di masyarakat untuk keperluan sekolah
Hal ini dapat dilakukan dengan memandang masyarakat sebagai laboratorium untuk belajar sehingga penting bagi guru-guru untuk mengetahui fasilitas-fasilitas apa yang tersedia di dalam masyarakat yang diperlukan untuk kegiatan pembelajaran. Misalnya, sumber-sumber alam lingkungan sekitar, keadaan flora dan fauna, lapangan, jalan desa, transportasi, lalu lintas. Semua sarana tersebut dapat dimanfaatkan sekolah untuk menunjang kegiatan pembelajaran.
Contoh nyata yang terjadi dalam lingkungan sekolah adalah:
a.    Memanfaatkan alam sekitar untuk media pembelajaran (sawah, perkebunan, ladang dan hutan),
b.    Memanfaatkan toko-toko dalam masyarakat untuk tempat praktik kerja siswa sesuai jurusannya,
c.    Memanfaatkan lapangan warga untuk upacara bendera Hari Nasional.

5.    Mendayagunakan potensi masyarakat sebagai salah satu unsur penanggung jawab pendidikan
Berdirinya suatu lembaga pendidikan tidak lepas dari peran masyarakat. Potensi di dalam masyarakat sangat mendukung perkembangan sekolah yang ada di lingkungannya.
Contohnya :
a.    Mengikutsertakan tokoh masyarakat dalam keanggotaan komite sekolah.
b.    Mengikutsertakan masyarakat dan komite sekolah dalam rapat perencanaan BP3.
c.    Menampung aspirasi dari  masyarakat yang memiliki potensi terhadap perkembangan pendidikan di sekolah tersebut.

6.    Mendayagunakan potensi orang tua siswa
Hubungan antara sekolah dengan orang tua diperlukan secara terus-menerus selama orang tua masih mempunyai anak yang bersekolah di sekolah tersebut. Diperlukan kerja sama antara sekolah dan orang tua demi kepentingan siswa. Anak lebih banyak menghabiskan waktu di rumah daripada di sekolah sehingga pendidikan di sekolah dengan di rumah harus seirama. Di sinilah letak pentingnya sekolah mendayagunakan potensi orang tua dalam dunia pendidikan.
Bentuk-bentuk pendayagunaan potensi orang tua dalam mendidik anak :
a.    Mendidik mental anak
Di sini orang tua mempunyai kemampuan untuk menanamkan nilai-nilai dan norma-norma yang baik kepada anak. Hal ini bisa dilakukan oleh orang tua dengan memberikan teladan/contoh yang baik dalam berkata maupun berperilaku. Kebiasaan baik yang dilakukan orang tua tersebut secara tidak sengaja telah mengajarkan norma-norma yang baik kepada anak. Anak pun akan mengikuti kebiasaan baik dari orang tuanya.
b.    Mengembangkan bakat anak
Setiap anak mempunyai bakat-bakat tertentu, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Bakat-bakat anak tersebut perlu segera diketahui oleh orang tua anak agar dapat dikembangkan dan difasilitasi oleh orang tua sehingga bakat anak dapat berkembang dengan optimal. Misalnya, orang tua dapat memberikan les/kursus tertentu sesuai dengan bakat anak, membelikan alat-alat khusus yang dapat menunjang pengembangan bakat anak di rumah, mengikutsertakan anak dalam perlombaan yang sesuai bakat anak.



c.    Membantu anak dalam bidang pengajaran
Hal ini dapat dilakukan orang tua dengan membantu dan mendampingi anak dalam mengerjakan PR atau tugas. Jika orang tua belum mengerti materi PR atau tugas yang diberikan guru kepada anak, orang tua dapat menanyakannya pada guru atau mendampingi anak dalam mencari informasi dari media lain, seperti internet.
d.    Membantu guru dalam memecahkan permasalahan anak di sekolah
Banyak sekali permasalahan yang timbul di sekolah karena perkataan maupun tingkah laku anak. Dalam menangani permasalah siswa tersebut, sekolah bekerja sama dengan orang tua siswa karena orang tua merupakan lingkungan terdekat siswa yang memberikan banyak pengaruh kepada siswa. Masalah-masalah tersebut misalnya:
1)    Anak kurang pendengaran, penglihatan
2)    Anak cacat tubuh
3)    Anak pemalas
4)    Anak pemboros
5)    Anak pemurung
6)    Anak gagap
7)    Anak lambat belajar
Dengan pemasalahan-permasalahan tersebut, guru dapat memberikan penjelasan kepada orang tua siswa tentang kelemahan putra-putrinya apakah ia lemah fisik, atau lemah mental atau hanya sulit belajar. Dalam hal ini perlu adanya kerjasama yang harmonis sehingga tidak terjadi salah pengertian antara guru dan orang tua murid.

7.    Mengikutsertakan dunia usaha bagi kepentingan sekolah
Sekolah dapat bekerja sama dengan dunia usaha untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam bidang usaha tersebut dan dunia usaha dapat pula dijadikan sponsor/penyandang dana dalam acara-acara khusus sekolah, seperti pensi, ulang tahun sekolah, dan lain-lain. Bentuk kerjasama tersebut misalnya:
a.    Sekolah bekerja sama dengan pengusaha komputer untuk mengadakan berbagai pelatihan tentang penguasaan komputer kepada para siswanya.
b.    Sekolah bekerja sama dengan usahawan untuk memberikan motivasi kepada siswa bagaimana kiat-kiat untuk mencapai kesuksesan.
c.    Sekolah bekerja sama dengan perusahaan telkomsel atau indosat untuk dijadikan sponsor / penyandang dana dalam acara-acara sekolah.
d.    Untuk sekolah kejuruan, pihak sekolah dapat mengadakan kerja sama dengan desainer untuk program tata busana, swalayan untuk program akuntansi,  bengkel untuk program teknik mesin, dan lain-lain pada saat akan mengadakan PKL.















DAFTAR RUJUKAN

http://asharikeren.wordpress.com/2008/06/15/hubungan-sekolah-dengan-masyarakat/
Daryanto. 2005. Administrasi Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta.
Purwanto, Ngalim. 1990. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Suryabrata. 1988. Humas dan Dunia Pendidikan. Yogyakarta : Mitra Gama Widya.

0 komentar:

Poskan Komentar